Tampilkan postingan dengan label coretan salember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan salember. Tampilkan semua postingan

6 Jun 2011

Gost’p sahabat sejati

Gost’p  sahabat sejati
Oleh aa_kaslan


Tanpa aku rasa kalian sudah melewati semua tantangan dan bermacam rintangan, satu tahun telah menjadi bukti bahwa kalian adalah orang-orang yang mampu. Membalikkan fakta yang dulu pernah engkau takuti, selamat ya sahabatku, belahan jiwaku.
Empat tahun dari kebersamaan kita adalah sejarah, meski dari ending perpisahan aku dan kalian adalah temaram rinai airmata tidak terhormat, aku telah menyakiti hati kalian, saat aku harus berpisah dari dunia yang dulu kita mimpikan bersama, berjuang fisabilillah, menaklukkan setiap tipu daya setan yang siap membelenggu kita. Ma’afkan aku sahabatku. Saat itu aku benar-benar merasa menjadi manusia paling bodoh, aku menyesali semuanya. Tapi, apakah semuanya akan kembali lagi?.
Sahabatku, aku tidak pernah merasa kecewa mengenal lima sosok pantang menyerah seperti kalian, kalian adalah manusai super hero yang selalu berikan senyuman untukku, manusia pelelap segala gundahku. Terikasih Allah, atas lima jiwa yang kau tanamkan dihatiku.
“aa’, kamu jangan pernah lupakan aku ya?” kaliamat salah satu dari lisan kalian ini tak pernah hilang dan lekang di setiap perjalananku. Selalu ada dan mematriku, bahwa kalian adalah hatiku yang berada didimensi lain.
Dengan rinai air mata dan menundukkan wajah perihku, dulu aku menjawab “Insya Allah…”
Kak anif, alunk,amien,acoy,qiqi dan kamu uu’, sahabat mungil dengan sejuta ide penting, ingat janji kita dulu, kita adalah satu dari sekian apa yang kita kita lihat, kita adalah satu dari apa yang kita dengar, kita adalah satu dari segala yang kita rasa. Jangan pernah berhenti menjemput mimpi-mimpi kecil kita dulu.
“aku mau saat kuliah nanti, kita kuliah di Jakarta berasama-sama” alunk, ini adalah sebagian dari mimpi kita, menuntut ilmu di ibu kota negara ini adalah mimpi yang kita impikan di masa lalu, dan bukan untuk tidak nyata, semuanya pasti bisa. Bukankah kita sudah pernah di ajarkan di teater kita dulu, teater kertas kebanggaan yang telah menanamkan benih kepercayaan diri untuk tanpil dengan baik di depan semua orang, termasuk orang tertingi di negri ini.
_TIDAK ADA KATA TIDAK BISA_
Kalimat itulah yang selalu aku tanamkan di dalam hati, mungkin semua orang akan berkata “mau kemana?, yah kalok dari kampung pastinya di kampung…”
Aku kira orang yang ber-argementasi seperti itu adalah orang-orang bodoh seperti dulu-dulu yang biasa di terjemahkan para orang-orang berlagak hero di taman kita, mengekang, merampas, dan segala macam hal. Tapi, sudahlah, mari kita berjuang untuk maju saja, jangan berlarut-larut pada bahasa kotor di masa silam.
Tanamkan tekat sekeras baja pada hati kita masing-masing, luluhkan setiap rintangan seperti saat kalian berhasil melewati segala rintangan kemaren.
Mari berjabat tangan bersama. Dan kembali teriakkan pada bulan, bintang di malam yang membentang.
Jakartaaaaaa….apakah kau siap aku pijaki.
Jakarta, 07062011.







21 Apr 2011

untuk jadi pemenang kita harus lewati rintangan

aaaahhhgrhh!!!
kenapa sich tiap aku nulis sesuatu selalu aja hilang filenya, nggak karena kehapus sendiri,hilang tanpa sebab,lupa ngesave, dan barusan kejadian yang paling aku benci seumur hidupku ini terjadi lagi, tepatnya pas baru aja aku nulis setengah halaman A4 dilayar komputer, tiba-tiba mozilanya no respon dan pada akhirnya amblas apa yang sudah aku tulis dari tadi.
mau nulis lagi?, kalo sudah begini rasanya nggak mutz lagi, adanya perasaan dongkol,benci,dan semua yang membuat wajah keriput.
terkadang saat terjadi seperti ini aku berfikir "apa mungkin ya aku nggak diridhoi oleh llah untuk menjadi penulis?"
tapi alhamdulliah, kesemangatan tetap menyala hingga mengalahkan pertanyaan yang saat aku sadar adalah pertanyaan bodoh.
bukankah untuk menjadi pemenang kita harus melewati rintangan?,atau setidaknya kita pernah merasakan luka?.
sama halnya menjadi seorang pecinta yang handal hingga menemukan cinta yang kekal, setiap hari selalu saja hatinya tersayat-sayat, karena perjuangan cintanya, namun karena semangat untuk mendapatkan sidia,dia lupa akan apa yang dirasakannya.
dan aku anggap apa yang terjadi padaku ini adalah rintangan untuk menjadi karang yang kokoh meski terhempas badai. semoga, amien.
 



6 Apr 2011

Sedikit aku dan waktu

Tanpa aku rasa, jam dua belas malam nanti umurku akan menginjak pada tangga kedua puluh dalam menjalani kehidupan ini, rasanya terlalu cepat bagiku untuk menjadi orang yang lebih dewasa lagi, namun itu takmungkin aku pungkiri, karena didunia ini waktu terus maju tanpa sedikit menoleh kebelakang bahkan sekedar berhenti sejenak, waktu tanpa hiraukan sesuatu, waktu cukup tak bersahabat bagiku yang hanya mempermainkannya dari dulu.
Lalu apa yang harus akau lakukan?, haruskah aku marah pada waktu yang nampaknya mempersulit hidupku?, haruskah aku menyalahkan takdir tuhan yang mengatur waktu?, tidak, jika aku telah dewasa, seharusnya aku harus berfikir lebih aktif hingga apa yang akan aku lakukan adalah hal-hal ylang positif, terlebih lagi bersahabat dengan waktu.
“Yes!, aku dewasa saat ini….” banyak orang yang membanggakan kedewasaan seperti ini, memamerkan, memberitahu bahwa dirinya telah dewasa, sangat bangga sekali. Namun kenapa denganku malah bertolak seratus delapan puluh derajat dari kebanyakan remaja pada lazimnya. Apa karena aku takut menjalani hidup baru ini?, hidup yang katanya penuh tantangan, bukankah aku suka dengan tantangan dalam hidup ini?. Tapi kenapa, dengan yang namanya dewasa aku amat takut.
Ya..allah...bantu aku mengalahkan rasa takut yang amat ini, aku ingin seperti yang remaja pada lazimnya yang selalu menginkan dirinya dewasa lebih dini, membanggakan kesewasaannya, menjalankan semuanya senang hati.
Ya..allah…aku tahu engkaulah yang telah menakdirkan ini semuanya, dan pula engkaulah yang bisa membantu hamba-hambamu yang kesulitan.
Dengan memajamkan mata aku berkata “selamat datang kedua puluh dalam hidupku,selamat datang dunia baru yang penuh tantangan, selamat datang masa tersulit yang menyenangkan, selamat datang, aku siap dipersuntingmu untuk hari-hariku kedepan”
***
Teman, sekedar aku mengingatkan, jangan pernah menunda waktu seperti aku, yang bisa dikerjakan malam hari janganlah sampai subuh tiba begitupun sebaliknya, yang bisa dikerjakan siang hari, janganlah menunggu malam tiba, jangan menahkodai waktu dengan berharap besok lebih mantap, besok lebih sempurna atu besok lebih baik.
Ingat!, waktu itu sebenarnya sama saja, antara kemaren dan esok, sekarang dan nanti, yang memberi perbedaan hanyalah keterampilan kita memenagenya, bagaimana cara kita memperlakukannya, apakah kita akan membiarkan waktu melangkah dan kita hanya duduk-duduksantai mengahabiskan sebatang rokok dengan secangkir  kopi. Jika memang itu cara kita membudayakan waktu, jangan pernah berharap  esok akan cerah, meski matahari bersinar indah.
Jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang diberikan tuhan sebagai kado terindah untuk kita jika kau (teman) tidak ingin seperti aku.
Apakah kalian pernah mendengar pepatah orang madura “bikinah betes tak kerah bedeh eade” yang mendapat kesikmpulan ‘penyesalan itu pasti selalu datang terbelakang saat kita sudah mulai sadar akan apa yang telah kita perbuat’. Orang tua dimadura selalu itu yang dikatakan pada anak-anaknya, peringatan yang amat logis, untuk kemajuan putra putrinya dimasa yang akan datang.
Sekali lagi, jika kalian tidak ingin seperti aku, lakukan hal terbaik sejak saat ini, jangan terbiasa dengan kata “ah..nanti saja, itu kan mudah, ah…besok saja kan bisa, aku malas banget saat ini”
Aku beritahu  yang terjadi padaku saat ini ”penyesalan” karena aku slalu berkata demikian, aku slalu menganggap nanti, besok ,lebih baik dari saat, hingga tanpa dirasa waktu yang tadi, kemaren hanya terbuang sia-sia. Dan saat itupun kembali lagi, penyelasan yang menghantui. ‘kenapa ya…aku tidak mengerjakannya semalam?,kenapa ya..aku harus menunda sampai saat ini?’
Sekarang ingin sedikit aku ceritakan pengalaman hidupku beberpa bulan yang lalu, saat hidupku tidak seperti teman sekelasku karena aku dijatuhi sangsi.
Saat itu aku berada dalam ranah sebuah pendidikan agama yang dimanakan pesantren, tempat para putra-putri muslim sejati menuntut ilmu untuk menperdalam agamanya. Seperti kebanyakan pesatren didaerahku, setelah lulus dari tingkatan sma sederajat akan dibaktikan pada pesantren dengan menjadi guru diberbagai madrasah-madriasah diberbagai daerah, namanya ‘tugasan’ atau menjadi guru tugas salama satu tahun untuk membaktikan dirinya pada pesatren yang telah mengajarinya ilmu.
Tepat pada acara pemberian tugas kenama para siswa akan dikirim untuk mengabdikan ilmunya, aku malah tidak kebagian job, bahkan aku diskor dari pesantren, apa akibatnya?, aku menjadi orang paling sedih, aku merasa kehilangan muka pada semua adik kelasku, aku telah mencoreng muka orang tuaku didepan tetangga dan keluarga besarku.
Dan pastinya akan timbul sebuah pertanyaan dihati kalian semua, “kenapa denganku?” atau adik kelasku bertanya “kenapa kamu tidak ditugas?” subahanallah, sungguh pertanyaan seperti itu amat menyakitkan bagiku, serasa ada pedang yang ditusukkan kedadaku, belum lagi pertanyaan keluargakku, tetangga dikampungku, yang lebih menyakitkan lagi, saat orang tuaku ditanya tentangku, tentang anaknya yang tidak kebagian job atau istilahnya modernnya ‘magang’. Sungguh saat itu aku amat menyesal seorang diri, rasanya tubuhku hanyalah bongkahan tanah yang amat menjijikan saat itu.
Dan kenapa itu bisa terjadi?, sebenarnya ada bermacam-macam faktor, namun yang paling elegan adalah gagalnya memanage waktu. Gagalnya aku menggunakan waktu saat itu, aku lebih terlena pada hidup indah saat ini hingga lupa jika esok sebenarnya yang lebih dinanti.
Semoga tulisan ini bisa bermam’faat bagi kalian dan tentunya aku
Yang telah gagal menggunakan waktu.
Namun, jangan pernah menyerah, hidup memang perjuangan.
Dan insya allah untuk cerita selengkapnya tentang kegagalanku akan aku jadikan cerpen untuk kalian semua, agar bisa memetik hikmahnya. Dan tidak bermain-main dengan waktu.  
01:31, 07 april 2011, jakarta

  
 

3 Apr 2011

menulis

masih ingat karya kang abi, ayat-ayat cinta?. itu adalah karya sastra yang mendunia, bukunya akan selalu dibaca, penulisanya akan selalu di ingat dan menjadi kenangan bagi para reader dunia. atou beberapa karya sastra yang ditulis dengan segenap jiwa oleh sang penulisnya. setidaknya dunia akan selalu mengingatnya, si a dan si b itu dulu adalah penyair hebat, pengarang hebat, aku suka karyanya. namun itu yang kedua, yang pertama adalah kebahagiaan atas penulisnya, ilmu yang disebarkannya, amal baik yang diperolehnya.

maukah kita hanya menjadi pembaca?, yang hanya selalu menunggu buku orang lain menjarah dunia, mengubah peradaban dunia?, tidakkah ada angan bagi kita untuk menjadi sebagian dari perubahan agama dan bangsa agar lebih baik kedepan?

"orang yang menunggu adalah orang yang bodoh"  ini adalah sebah ungkapan yang entah dari mana aku mendapatnya beberapa tahun lalu. namun, yang pastinya dari sebuah buku yang pernah aku baca. aku setuju dengan kalimat itu, coba bayangkan. siapa orang yang bodoh itu sebenarnya?, benar tidak, bahwa orang yang bodoh itu adalah orang yang hanya selalu menunngu orang lain berbuat sesuatu, menunggu orang lain menciptakan inovasi baru. analisislah sendiri dan bujktika siapa sebenarnya?.

masih mengingat alm.chairil anwar?, alm.ws rendra?
siapa yang bisa melupakan dunia mereka?, aku rasa tidak ada. nama mereka dari zaman kezaman selalu menjadi cerita heboh dibangsa ini, karya-karya mereka selalu menjadi bahan diskusi, bahkan disetiap ujian nasional, salah satu karya mereka pasti selalu menjadi soal ujian?. padahal siapa mereka?, mereka sebetulnya sama seperti kita, yang menjadi perbedaan hanyalah satu_mereka selalu menciptakan hal baru dengan tinta_menulis adalah menu keseharian mereka, menulis adalah makanan lezat mereka yang kedua. membaca adalah air minum mereka agar saat makan tidak kesellek. hanya itu perbedaan mereka dengan kita, mereka meluangkan waktunya untuk mengisi perut dunia yang lapar.

sekarang, bagaimana kita?
maukah kita membiarkan perut bumi yang lapar dan haus begitu saja, tidakkah kita ingin membatu menyajikan makanan bagi mereka yang telah berbuat baik selama ini bagi kita?.
teman-teman, aku katakan, MENULIS ITU INDAH LHO....cobalah sekarang juga!!
BUKTIKAN BAHWA KALIAN BISA DAN TIDAK MAU MELIHAT PERUT BUMI INI LAPAR DAN HAUS.






aku harap settelah membaca coretan mini ini kalian mau berubah_dari tidak pernah menulis alias corat coret jadi mau....amienn